Pemdes Arjowilangun Resmi Sambut Mahasiswa UM BBM 2026, Siap Gali Potensi Desa

  • Jun 23, 2026
  • Admin KIM
  • Pemberdayaan Masyarakat

KIM ARJOWILANGUN – Balai Desa Arjowilangun kembali menjadi pusat agenda penting pengabdian masyarakat pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. Pemerintah Desa Arjowilangun secara resmi menyelenggarakan acara penerimaan dan penyambutan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang akan melaksanakan program Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM). Acara penerimaan ini berlangsung khidmat dan tertib mulai pukul 08.30WIB, dihadiri oleh perangkat desa, dosen pembimbing, serta seluruh perwakilan kelompok mahasiswa.

Fokus Observasi dan Perencanaan Program Kerja

Dalam sesi sambutannya, Koordinator Desa UM BBM Arjowilangun, Hikmah Putri, mengawali pidato dengan memperkenalkan kelompok mahasiswa beserta lokasi tempat tinggal mereka selama program berlangsung. "Pada kegiatan minggu pertama, kami akan memfokuskan diri pada proses observasi lapangan guna melihat dan memetakan secara langsung potensi yang ada di Arjowilangun. Selanjutnya, kami akan menyusun program kerja yang pastinya akan dikomunikasikan lebih lanjut kepada pihak desa. Kami sangat memohon arahan serta bimbingannya dalam pelaksanaan kegiatan ini," ungkap Hikmah Putri.

Pesan Dosen Pembimbing: Jaga Etika dan Beri Manfaat

Mewakili pihak Universitas Negeri Malang, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Abdul Majid Sutarya, S.Ds., M.Ds., menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam kepada Pemerintah Desa Arjowilangun karena telah menerima rombongan mahasiswa dengan tangan terbuka. Beliau menjelaskan bahwa program UM BBM merupakan wujud nyata penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Kegiatan ini akan dilaksanakan secara intensif selama 45 hari. Kami memohon maaf apabila nantinya terdapat kekurangan. Jika ada hal yang kurang berkenan dari para mahasiswa, mohon dapat disampaikan langsung kepada saya," ujarnya.

Kepada para mahasiswa, beliau menitipkan pesan yang tegas, "Jaga amanah program ini baik-baik, jaga etika Anda saat terjun di masyarakat, dan pastikan apa yang kalian kerjakan dapat membawa manfaat nyata bagi Desa Arjowilangun.".

Sambutan Kepala Desa: Nostalgia dan Pemaparan Potensi Wilayah

Acara memuncak pada sambutan Kepala Desa Arjowilangun, Kuswianto, S.Pd., yang memberikan pesan hangat dan penuh keakraban. Beliau mengawali sambutannya dengan berbagi cerita nostalgia sebagai sesama almamater UM (dahulu bernama IKIP) angkatan tahun 1985. Beliau turut bernostalgia tentang istilah KKN yang pada masanya kerap diplesetkan menjadi "Kisah Kasih Nyata", dan kini telah bertransformasi menjadi UM BBM.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa memaparkan profil singkat sekaligus potensi luar biasa Desa Arjowilangun. Dengan jumlah penduduk yang cukup besar, yakni mencapai 14.000 jiwa, wilayah pemerintahan desa ini terbagi menjadi 5 dusun, 7 RW, dan 68 RT. Arjowilangun juga sangat dikenal dengan kekayaan tradisinya, salah satu yang paling ikonik adalah kegiatan "Bersih Desa" yang selalu dimeriahkan dengan tradisi iring-iringan dan pertunjukan kesenian lokal.

Lebih lanjut, Kuswianto, S.Pd. menekankan tingginya nilai toleransi di desa ini. Penduduknya hidup rukun secara berdampingan dengan latar belakang keyakinan yang beragam—mulai dari Islam, Kristen, Katolik, hingga Hindu—yang difasilitasi dengan tempat ibadah yang lengkap. Beliau juga mencatat bahwa Desa Arjowilangun kerap menjadi lokasi strategis untuk pengabdian dari berbagai kampus besar, seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Muhammadiyah Malang.

"Semoga seluruh rangkaian kegiatan para mahasiswa UM BBM di desa ini dapat berjalan dengan lancar, sukses, dan mencapai tujuan pengabdian yang diharapkan," tutup Kepala Desa, sebelum melanjutkan acara ke prosesi penyematan tanda peserta UM BBM.