Sinergi Mahasiswa UM BBM Kelompok 2 dan Warga Dusun Pangganglele: Dari Posyandu hingga Kehangatan Meja Makan
- Jun 24, 2026
- Admin KIM
- Berita Desa, Pemberdayaan Masyarakat
ARJOWILANGUN, 20 JUNI 2026 – Mengawali masa pengabdian di Desa Arjowilangun, 15 mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) BBM Dusun Barisan langsung terjun ke masyarakat. Meski salah satu anggota berhalangan hadir karena harus mewakili universitas dalam sebuah perlombaan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat kelompok untuk berkontribusi.
Berbekal koordinasi matang bersama Bidan Aris selaku tenaga kesehatan desa, seluruh anggota kelompok dikerahkan untuk membantu pelaksanaan kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Balai Dusun Pangganglele pada Sabtu (20/06).
Pelayanan Ganda di Posyandu Pertama
Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Posyandu pertama ini melayani dua kelompok sasaran sekaligus, yaitu balita dan lanjut usia (lansia). Dalam kegiatan ini, para ibu mengantarkan anak-anak mereka untuk melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Sementara itu, di sisi lain balai, para lansia mengantre dengan tertib untuk mendapatkan pemeriksaan tekanan darah serta cek kadar gula darah.
Para mahasiswa langsung membagi tugas guna kelancaran alur pelayanan. Beberapa mahasiswa membantu pencatatan daftar hadir dan hasil pengukuran, sementara yang lain mendampingi pembagian Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita yang telah selesai diperiksa. Melalui aksi ini, mahasiswa dapat terlibat langsung dalam sistem pelayanan kesehatan dasar masyarakat.
Pemantauan Tumbuh Kembang di Posyandu Kedua
Pada pukul 09.30 WIB, sebanyak 5 mahasiswa bergerak lebih awal menuju lokasi Posyandu kedua yang juga berada di wilayah Dusun Pangganglele. Anggota kelompok lainnya tetap bertahan di lokasi pertama hingga seluruh pelayanan selesai, sebelum akhirnya menyusul ke lokasi kedua.
Berbeda dengan lokasi pertama, Posyandu kedua ini khusus berfokus pada pelayanan balita dengan cakupan pemeriksaan yang lebih menyeluruh. Pemeriksaan meliputi:
-
Pengukuran tinggi badan dan berat badan.
-
Pengukuran lingkar kepala.
-
Pengukuran lingkar lengan.
Dua indikator terakhir sangat penting digunakan dalam pemantauan tumbuh kembang anak serta deteksi dini stunting. Di lokasi ini, mahasiswa kembali membantu proses pencatatan, pendampingan, dan memastikan distribusi MBG berjalan lancar hingga balita terakhir.
Kehangatan di Meja Makan: Wujud Kedekatan dengan Warga
Setelah seluruh rangkaian kegiatan Posyandu selesai, para kader Posyandu memberikan apresiasi berupa ajakan makan siang bersama. Hidangan tradisional khas pedesaan disajikan secara sederhana di atas tikar, mulai dari nasi tiwul, nasi jagung, sambal, tahu goreng hangat, dadar jagung, hingga ikan asin yang menjadi menu favorit.
Suasana makan siang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Momen ini menjadi ruang komunikasi yang efektif bagi mahasiswa yang baru beradaptasi dengan lingkungan desa dan ibu-ibu kader yang telah bertahun-tahun menjadi penggerak kesehatan setempat.
bagi Kelompok 2 Dusun Barisan, kegiatan hari ini bukan sekadar program kerja membantu Posyandu. Lebih dari itu, ini merupakan pelajaran berharga bahwa esensi pengabdian masyarakat dimulai dari kesediaan untuk hadir, membaur, dan merasakan langsung denyut kehidupan warga.