Kedepankan Akhlak Mulia dan Toleransi, Puluhan Mahasiswa FBD UB Resmi Diterima Pemdes Arjowilangun

  • Jul 03, 2026
  • Admin KIM
  • Berita Desa, Pemberdayaan Masyarakat

KIM ARJOWILANGUN – Semangat pengabdian dan kolaborasi mewarnai acara pembukaan penerimaan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) di Aula Desa Arjowilangun pada Selasa, 30 Juni 2026. Total 38 agen perubahan dari kampus biru ini siap membaur dan berkontribusi langsung bagi masyarakat lewat program FISIP Bakti Desa (FBD) ARCAPADA 2026.

Pemerintah Desa Arjowilangun menyambut antusias kedatangan para mahasiswa beserta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Acara ini menjadi titik awal pelaksanaan program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat desa secara nyata.

 

'Kulonuwun' dan Pesan Menjaga Nama Baik Institusi

Mewakili pihak kampus, DPL FBD UB, M. Fikri, didampingi oleh DPL Arief Budi Nugroho, menyampaikan kata 'kulonuwun' sebagai bentuk penghormatan kepada perangkat desa dan warga Arjowilangun.

Dalam sambutannya, M. Fikri menekankan pentingnya adab dan etika. Ia menginstruksikan kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan akhlak mulia—seperti kejujuran, amanah, dan kebaikan—sebagai landasan utama dalam beraktivitas. Ia mengingatkan bahwa keberadaan mahasiswa di desa bukan hanya membawa nama pribadi, melainkan representasi dari institusi Universitas Brawijaya.

Beliau juga memohon kepada Kepala Desa Arjowilangun agar tidak ragu melibatkan mahasiswa dalam berbagai kegiatan desa. Tujuannya agar ilmu yang dipelajari di bangku kuliah tidak sekadar menjadi teori, melainkan diubah menjadi amaliah yang menebar manfaat bagi orang lain.

 

Sambut Mahasiswa di Desa Moderasi Beragama

Kehadiran mahasiswa disambut tangan terbuka oleh Kepala Desa Arjowilangun, Kuswianto, S.Pd. Beliau dengan bangga memperkenalkan kekayaan demografi dan budaya desa yang terdiri dari 5 dusun, 7 RW, dan 68 RT tersebut.

Kuswianto menyoroti harmoni kehidupan masyarakat Arjowilangun yang sangat toleran. Dengan keberagaman penganut agama mulai dari Islam, Kristen, Katolik, hingga Hindu yang hidup rukun tanpa sekat, beliau mengibaratkan Arjowilangun sebagai representasi "Indonesia Kecil".

Selain itu, Kuswianto turut menceritakan kekayaan tradisi lokal, seperti acara "Bersih Desa" di bulan Selo (bulan jawa) yang menjadi wadah berkumpulnya seluruh kesenian desa. Beliau berharap para mahasiswa bisa menyerap nilai-nilai luhur budaya setempat sekaligus memberikan contoh akademik yang baik, guna memotivasi generasi muda desa untuk semangat meraih pendidikan tinggi.

 

Sinergi Mahasiswa dan Warga

Merespons pesan moral dari Kepala Desa dan DPL, perwakilan kelompok mahasiswa FBD UB mewakili rekan-rekannya mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa hangat.

Para mahasiswa berkomitmen untuk tidak sekadar menjalankan program secara pasif, tetapi siap berkontribusi aktif dan bahu-membahu bersama warga. Mereka juga meminta bimbingan dan dukungan penuh dari perangkat desa agar seluruh niat baik dalam program pengabdian ini dapat direalisasikan dengan sukses dan membawa keberkahan bagi Desa Arjowilangun.